JAKARTA – Pimpinan Majelis Burdah Miftahussalamah Bogor Ciawi, Habib Nabil bin Ridho Alhabsy, menyampaikan apresiasi kepada Kapolri Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto atas langkah tegas dan responsif dalam menindaklanjuti persoalan penggeledahan Pondok Pesantren Hamalatul Quran di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.

Menurut Habib Nabil, keputusan Kapolri melakukan evaluasi terhadap jajaran Polres Sukoharjo menunjukkan bahwa institusi kepolisian terbuka terhadap aspirasi masyarakat, termasuk masukan dan keluhan dari kalangan ulama serta lingkungan pesantren.

Apresiasi tersebut disampaikan menyusul mutasi Kapolres Sukoharjo AKBP Andhika Dharma Sena berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2463/XI/2026 tertanggal 2 November 2026. Andhika dimutasi menjadi Perwira Menengah (Pamen) Stamaops Polri dan menjalani pemeriksaan etik oleh Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri.

“Saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Bapak Kapolri, Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto, atas respons cepat dan langkah tegas yang telah diambil dalam menyikapi persoalan di Sukoharjo,” ujar Habib Nabil.

Ia menilai respons pimpinan tertinggi Polri tersebut merupakan bentuk kepemimpinan yang bersedia mendengarkan suara masyarakat dan memberikan perhatian terhadap persoalan yang berkembang di tengah publik.

Menurutnya, keterbukaan institusi kepolisian dalam menerima kritik dan aspirasi menjadi salah satu faktor penting untuk membangun hubungan yang lebih baik antara aparat penegak hukum, masyarakat, ulama, dan kalangan pesantren.

Apresiasi Semangat Polri Bersama Masyarakat

Lebih lanjut, Habib Nabil menilai langkah evaluasi yang dilakukan Kapolri sejalan dengan semangat “Polri Bersama Masyarakat”. Menurutnya, semangat tersebut harus diwujudkan melalui tindakan nyata dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.

Ia menegaskan bahwa kehadiran Polri tidak hanya berkaitan dengan penegakan hukum, tetapi juga harus mampu membangun komunikasi, menghormati aspirasi, serta menjaga hubungan harmonis dengan seluruh elemen masyarakat.

“Ketika suara masyarakat didengar dan aspirasi ulama mendapat respons dari pimpinan tertinggi Polri, di situlah kepercayaan dan kedekatan antara Polri dengan masyarakat semakin terbangun,” katanya.

Habib Nabil berharap peristiwa di Sukoharjo menjadi bahan evaluasi bagi seluruh jajaran kepolisian agar semakin mengedepankan pendekatan humanis dan profesional dalam menjalankan tugas.

Khususnya ketika berhadapan dengan lingkungan pendidikan keagamaan, pondok pesantren, santri, maupun para pengasuh pesantren, setiap tindakan kepolisian diharapkan tetap memperhatikan prosedur hukum dan kondisi masyarakat yang terdampak.

“Kami berharap langkah ini menjadi contoh bahwa Polri senantiasa hadir sebagai pengayom, pelindung, dan pelayan masyarakat, serta menjadi mitra yang dekat dengan ulama dan pesantren,” imbuhnya.

Empat Personel Polres Sukoharjo Jalani Pemeriksaan Propam

Sebagai informasi, Polri melakukan mutasi terhadap AKBP Andhika Dharma Sena menyusul polemik penggeledahan Pondok Pesantren Hamalatul Quran. Jabatan Kapolres Sukoharjo selanjutnya dipercayakan kepada AKBP Indra Maulana Saputra yang sebelumnya menjabat Kapolres Boyolali.

Sementara itu, jabatan Kapolres Boyolali diisi AKBP Christopher Adhikara Lebang yang sebelumnya bertugas sebagai Kasubdit Regident Ditlantas Polda Jawa Tengah.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, membenarkan adanya mutasi sejumlah perwira menengah tersebut.

Selain Kapolres Sukoharjo, tiga personel lainnya juga dinonaktifkan dan menjalani pemeriksaan etik oleh Propam Polri. Mereka adalah Iptu AS selaku Kasat Reserse, Ipda FA selaku Kanit Pidum, serta Ipda RAP selaku Kanit PPA.

Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk menindaklanjuti keluhan yang disampaikan, khususnya terkait dampak penggeledahan terhadap anak-anak santri dan pengasuh pesantren.

Menanggapi perkembangan tersebut, Habib Nabil kembali menyampaikan penghargaan kepada Kapolri atas langkah evaluasi yang telah dilakukan. Ia berharap komitmen pembenahan internal terus dijalankan secara konsisten agar kepercayaan masyarakat terhadap Polri semakin kuat.

“Sekali lagi, terima kasih dan penghargaan kami kepada Bapak Kapolri. Semoga semangat Polri Bersama Masyarakat terus menjadi ruh dalam setiap pengabdian kepada bangsa dan negara,” pungkasnya.